Beranda > Teknologi > Teknologi Pembelajaran; Replika Mesin Uap

Teknologi Pembelajaran; Replika Mesin Uap

Oleh: David Sastra

Pembelajaran fisika pada siswa SMP cenderung lebih efektif jika digunakan alat peraga sebagai katalisator dalam proses belajarnya. Hal tersebut karena, menurut teori perkembangan kognitif, anak-anak pada usia Sekolah Menengah Pertama masih belum cukup mampu untuk mengabstraksi konsep-konsep ilmiah yang memang secara langsung belum pernah mereka lihat atau alami.

Salah satu konsep yang sering dikenal adalah perubahan energi. Mungkin secara teori, siswa telah tahu konsep perubahan energi, tapi secara nyata  mungkin saja mereka belum tahu. Maka dari itu, alat peraga untuk menanamkan konsep ini akan sangat perlu.

Energi merupakan sesuatu yang tak bisa diciptakan dan tak bisa dimusnahkan di alam ini. Energi hanya bisa berubah atau diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ada beberapa jenis energi yang sudah umum di kenal antaranya: energi kimia, energi listrik, energi mekanik, energi panas, energi nuklir, dan bentuk yang lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali terjadi perubahan energi. Sifat perubahan energi inilah yang banyak dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupannya. Pemanfaatan perubahan energy ini dapat dilihat pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), dimana energy panas atau uap dirubah menjadi energy listrik.

Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan alat ini adalah sebagai berikut:

  1. Kaleng berbentuk balok sebagai alas (kaleng roti bekas) 1 buah
  2. Tabung tempat air yang akan dijadikan uap (kaleng baigon bekas) 1 buah
  3. Kaleng sedang dan kecil @ 1 buah
  4. Kaleng tempat bahan bakar (kaleng obat padi bekas) 2 buah
  5. Kaleng sebagai penyangga kaleng tempat air 1 buah
  6. Pipa tembaga kecil 1 batang
  7. Pipa besi berdiameter 1,5 cm
  8. Kaleng sprite bekas sebagai baling-baling
  9. Kawat jeruji sepeda
  10. Lem besi
  11. 2 cup pentil sepeda bekas
  12. Plastik
  13. Karet gelang
  14. Korek api
  15. Air, spirtus dan cat

Cara pembuatannya adalah sebagai berikut.

  1. Tempelkan dua kaleng penyangga di atas kaleng besar (kaleng roti bekas) dengan lem plastik stil atau lem besi
  2. Buatlah lubang dengan paku besar selebar pipa besi yang berdiameter 1,5cm pada kaleng baigon bekas, kemudian tempelkan pipa besi yang berdiameter 1,5 cm dan panjangnya 5 – 10 cm pada kaleng baigon bekas
  3. Tempelkan kaleng baigon bekas diatas dua kaleng penyangga
  4. Buatlah lubang kecil pada kaleng baigon bekas, masukkan pipa tembaga kecil dan lem dengan lem besi sampai rapat
  5. Buatlah baling-baling dari kaleng sprite bekas, berilah penyangga kawat/jeruji sepeda dan letakkan baling-baling tersebut di atas kaleng cat bekas kecil
  6. Buatlah kawat penyangga yang di lem dengan kaleng bekas sedang (kaleng sedang)
  7. Buatlah 2 sentir yang berasal dari kaleng bekas diisi dengan spirtus
  8. Sebelum api dinyalakan, isilah air ke dalam kaleng baigon bekas secukupnya
  9. Tutuplah pipa dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang

Cara penggunaannya adalah mengisi air secukupnya pada tabung/kaleng yang atas dan diberi sumber energi panas menggunakan sentir/lilin (lampu minyak) sehingga air akan mendidih dan menguap lewat pipa tembaga kecil dan menyemprot ke baling-baling sehingga baling-baling dapat bergerak.



  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: