Beranda > Pendidikan > Penelitian Historis (historical research)

Penelitian Historis (historical research)

Oleh: David Sastra

Penelitian historis (historical research) digunakan untuk menggambarkan atau memotret keadaan atau kejadian masa lalu yang kemudian digunakan untuk menjadi proses pembelajaran masyarakat sekarang. Penelitian historis merupakan salah satu penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara sistematik, berkaitan dengan kejadian masa lalu untuk menguji hipotesis yang berhubungan dengan penyebab pengaruh dan perkembangan kejadian yang mungkin membantu dengan memberikan informasi pada kejadian sekarang serta mengantisipasi kejadian yang akan datang (Sukardi, 2003). Tujuan dari penelitian historis adalah untuk membuat rekontruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat (Suryabrata, 2005).

Penelitian historis lebih tergantung pada data yang diobservasi oleh peneliti sendiri. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat dalam menganalisis keotentikan, ketepatan dan pentingnya sumber-sumbernya. Berlainan dengan anggapan yang populer, penelitian historis harus tertib dan ketat, sistematis dan tuntas; seringkali penelitian yang dikatakan sebagai suatu ”penelitian historis” hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak, tak reliabel dan berat sebelah. Penelitian historis tergantung kepada dua macam data yaitu data sekunder dan data primer. Data primer diperoleh dari sumber primer, yaitu si peneliti (penulis) yang secara langsung melakukan observasi atau penyaksian kejadian-kejadian yang dituliskan. Data sekunder diperoleh dari sumber sekunder yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain yang satu kali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. Di antara kedua sumber itu, sumber primer dipandang memiliki otoritas sebagai tangan pertama dan diberi prioritas dalam pengumpulan data. Untuk menentukan bobot data biasa dilakukan dua macam kritik yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal menanyakan ”apakah dokumen relik itu otentik?”, sedang kritik internal menanyakan ”apabila data itu otentik, apakah data tersebut akurat dan relevan?”. Kritik internal harus menguji motif keberatsebelahan, dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu dan memberikan informasi yang terpalsu. Evaluasi kritis inilah yang menyebabkan penelitian historis itu sangat tertib-ketat yang dalam banyak hal lebih demanding daripada studi eksperimental. Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian, namun cara pendekatan historis lebih tuntas mencari informasi yang lebih luas. Penelitian historis juga menggali informasi-informasi yang lebih tua daripada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan dan banyak juga menggali bahan-bahan yang tidak diterbitkan dan tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar.

Adapun contoh dari penelitian historis misalnya penelitian mengenai dampak perubahan kurikulum dari kurikulum 1994, KBK sampai kurikulum KTSP. Agar penelitian ini terlaksana dan berhasil maka perlu dipahami langkah penting yang harus dilalui dalam penelitian ini diantaranya menentukan masalah penelitian yang diharapkan memiliki manfaat ganda, menentukan tujuan, menetapkan populasi dan besarnya sampel, mengevaluasi data dengan menggunakan kritik eksternal maupun kritik internal dan yang terakhir adalah melaporkan hasil penelitian kepada masyarakat termasuk melengkapi komponen-komponen penelitian dan mengkomunikasikan dalam jurnal pengetahuan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: